Kamis, 16 Februari 2012

“Suara Pemuda Nurani Bangsa”

by : Joko Sukamto Josuke

Jakarta 28 Januari – 2 Februari 2012

APA ITU PARLEMEN MUDA?

Parlemen Muda Indonesia adalah sebuah gerakan sosial yang didesikasikan untuk pendidikan demokrasi kepada pemuda dan advokasi isu sosial melalui kegiatan sidang parlemen remaja, penggunaan media jejaring sosial, serta kegiatan pengembangan masyarakat di seluruh Indonesia. Parlemen Muda diselenggarakan secara independen oleh Indonesian Future Leader (IFL). IFL adalah organisasi berbentuk lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam bidang pemberdayaan pemuda untuk perubahan sosial. IFL secara rutin mengadakan berbagai program pelatihan, peningkatan kapasitas pemuda, pengembangan masyarakat, dan advokasi pada berbagai isu sosial.

LATAR BELAKANG

Pemuda merupakan bagian terpenting dalam perjalanan politik Indonesia. Sejarah bercerita banyak mengenai keterlibatan pemuda yang menjadi bagian penting dalam perkembangan politik Indonesia. Dimulai dari Sumpah Pemuda pada tahun 1928, hingga reformasi demokrasi pada tahun 1998, pemuda telah sejak lama mencetuskan energi perubahan. Pemuda memegang peranan penting dalam menjaga dan mempertahankan tujuan nasional dalam gerakan melawan penindasan, korupsi, dan ketidakadilan. Terhitung hingga saat ini, 13 tahun setelah ikrar keikutsertaan pemuda dalam dunia politik, Indonesia masih kekurangan sosok pemuda dalam dalam kegiatan politiknya. Partisipasi minimal dari pemuda dalam politik nasional ini telah menghasilkan beberapa regresi. Kepentingan publik kehilangan akomodasinya, yang dulu berupa pergerakan pemuda. Kontrol atas kekuasaan pemerintah beserta kebijaksannya sudah hampir tidak lagi ada, sebagai hasil dari kurangnya partisipasi pemuda.

Kondisi-kondisi tersebut berpotensi melemahkan nilai-nilai demokrasi dan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Ini merupakan suatu kemunduran yang mengecewakan, dimana perubahan yang dicapai saat reformasi 1998 mulai melemah pengaruhnya sebagai akibat inkonsistensi partisipasi pemuda. Menyadari akan kurangnya partisipasi pemuda dalam politik yang dianggap penting, Parlemen Muda muncul sebagai sarana untuk menfasilitasi ide dan pemikiran para pemuda dalam situasi nyata. Dijalan oleh pemuda dan untuk pemuda, Parlemen Muda menyediakan kesempatan bagi pemuda berusia 16 – 22 tahun untuk menggunakan haknya berpendapat mengenai kepentingan publik. Hal ini merupakan bentuk dari emansipasi pemuda, dimana 33 pemuda perwakilan dari setiap propinsi di Indonesia berkumpul untuk mengekspresikan pendapat dan saling bertukar pendapat, dalam rangka mendapatkan solusi untuk memecahkan permasalahan bangsa.

TUJUAN

Apa tujuan dari Parlemen Muda?

  1. Meningkatkan partisipasi pemuda dalam ranah politik nasional, sebagai upaya dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
  2. Meningkatkan kesadaran pemuda mengenai permasalahan nasional.
  3. Mengakumulasikan opini & ide pemuda mengenai permasalahan nyata dan menyediakan solusinya.
  4. Mempersiapkan pemuda dengan kemampuan dan kecakapan yang dibutuhkan untuk kemudian membangun bangsa sebagai pemimpin masa depan Indonesia.

PROGRAM

Parlemen Muda Indonesia di depan Gedung DPR RI

Sidang Parlemen

Sidang parlemen merupakan inti dari Parlemen Muda dimana 33 pemuda yang merupakan perwakilan terpilih dari berbagai propinsi di Indonesia akan mendiskusikan berbagai macam permasalahan di Indonesia yang erat kaitannya dengan dunia pemuda, yang kemudian akan menghasilkan rekomendasi kebijakankepada pemerintah. Selama 1 minggu (28 Januari – 2 Februari 2012), wakil propinsi dan delegasi undangan akan berkumpul di Jakarta, untuk mengikuti sidang Parlemen Muda Indonesia.

Agenda sidang meliputi; peran pemerintah dalam menjamin akses pendidikan berkualitas; pelayanan kesehatan yang terjangkau untuk memngurangi kematian ibu dan anak; dan pembangunan berkelanjutan usaha pelestarian lingkungan. Selain bersidang, seluruh wakil propinsi dan delegasi juga mendapatkan pelatihan; menajemen proyek; public speaking; analisis masalah; fundrising. Mereka juga mendaoat kesempatan untuk bertemu dengan berbagai tokoh dalam acara meet the leader, berdialog, dan bergembira di malam budaya.

Road Show

Parlemen Muda Indonesia mengadakan kunjungan ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan berbagai Kementrian Negara RI; Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora); Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas); Departemen Kesehatan (Depkes) untuk menyampaikan rekomendasi hasil sidang Parlemen Muda.

Proyek Sosial

Proyek sosial adalah salah satu output dari Sidang Parlemen Muda. Setiap delegasi akan melaksanakan program sosial dan advokasi pada salah satu isu yang diagendakan selama sidang (kesehatan, lingkungan, dan pendidikan). Hal ini ditujukan agar dampak Parlemen Muda tidak hanya dirasakan oleh peserta yang mengikuti sidang saja, tetapi juga dapat menyebar hingga ke masyarakat diakar rumput. Dalam pelaksanaan proyek ini IFL memberikan bantuan mentoring dan teknis serta mini grants.

RANGKAIAN KEGIATAN

PEMBUKAAN & MEET THE LEADER

sumber: parlemenmuda.org

Pembukaan Parlemen Muda dilaksanakan di Auditorium Radio Republik Indonesia (RRI) di awali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Rendi (Aray/Sang Pemimpi). Acara dibuka resmi oleh Bapak Irman Gusman ketua DPD RI ditandai dengan pemukulan “Gong”.

Setalah rangkaian pembukaan selesai acara dilanjutkan dengan acara yang ditunggu-tunggu oleh semua peserta yaitu “meet the leader”, beberapa tokoh nasional hadir dalam acara ini;

  1. Irman Gusman (Ketua DPD RI)
  2. Andi Mallarangeng (Kemenpora RI) diwakili oleh Deputi Kepemudaan
  3. Anies Baswedan (Patron Parlemen Muda)
  4. Joko Widodo (Walikota Surakarta)
  5. Lidwina Marcella (Ketua Umum Koalisi Pemuda Hijau Indonesia “KOPHI”)
  6. Leo Mokodompit (Koordinator Youth Desk, Unesco Indonesia)
  7. Christophe Dorigne-Thomshon (Direktur PT. Global CDT Indonesia)
  8. Ayu Kartika Dewi (Indonesia Mengajar)
  9. Deradjat Ginandjar Koesmayadi (Rumah Cemara)
  10. Leonardo Kamilius (Pendiri Koperasi Kasih Indonesia)
  11. Andriani Marshanda (Artis, Oendiri dan CTO InsppireCast)
  12. DikDoank (Artis, Pendiri Kandang Jurank Doank)
  13. Ainun Niswati Chomsun (Pendiri Akaddemi Berbagi
  14. Wahyu Muryadi (Pimpinan Redaksi TEMPO)
  15. Hong Tjhin (CEO DAAI TV Indonesia)

Meet the leader menjadi acara seru dan asyik di Parlemen Muda. Sharing dari tokoh-tokoh nasional yang istimewa mampu membuat peserta Parlemen Muda dan juga ratusan tamu undangan terpukau. Tatapan tajam penuh keseriusan terlihat di wajah seluruh audien yang memadati auditorium RRI. Sungguh hari itu penuh dengan inspirasi baru yang membuat hati pemuda Indonesia semakin semangat untuk terus berkarya.

CAPACITY BUILDING

malam inspirasi

Selain meet the leader ada lagi acara yang penuh ilmu yang menginspirasi yaitu capacity building yang dibawakan oleh pembicara-perbicara ramah dan luar biasa. Capacity building dibawakan di tiga malam pertama “nihgt of inspiration” oleh pembicara-pembicara berikut ini;

  1. Dyah Ayunico Ramadhani (Mc Kinsey & Company)
  2. Arief Aziz (TEDx Jakarta)
  3. Agni Yoga Airlangga (Ashoka Indonesia)
  4. M. Iman Usman (Indonesian Future Leaders)
  5. Andhyta Firselly Utami (Indonesian Future Leaders)

SIDANG PARLEMEN MUDA

Sidang Parlemen Muda

Sidang merupakan acara inti Parlemen Muda dilaksanakan selama 3 hari (30 Januari – 1 Februari 2012) di Sampoerna Stategic Square. Setiap hari sidang diawali dengan penyampaian permasalahan daerah oleh delegasi dan dilanjutkan dengan penggalian solusi secara bersama-sama. Solusi tersebut sekaligus menjadi Rekomendasi Rancangan Kebijakan (RKK) nasional. Berikut ini merupakan tema sidang dalam tiga hari;

  1. hari pertama (30 Januari) sidang membahas tema pendidikan yaitu “peran pemerintah dalam menjamin akses pendidikan berkualitas”;
  2. hari kedua (31 Januari) sidang membahas tema kesehatan “pelayanan kesehatan yang terjangkau dan usaha untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak”; dan
  3. hari ketiga (1 Februari) sidang membahas tema lingkuangan hidup “pembangunan berkelanjutan sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan hidup”.

Hasil sidang berupa RKK hanya untuk pegangan IFL dan Parlemen Muda Indonesia

ROAD SHOW

kunjungan ke DPD RI

Parlemen Muda Indonesia mengadakan kunjungan ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan berbagai Kementrian Negara RI; Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora); Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas); Departemen Kesehatan (Depkes) untuk menyampaikan rekomendasi hasil sidang Parlemen Muda.

MALAM BUDAYA

malam budaya digelar dalam acara penutupan Parlemen Muda 2012

Malam Budaya dilaksanakan di Rumah Makan Kemang tepat sebelum penutupan Parlemen Muda Indonesia 2012. Peserta kelihatan gagah dan anggun denggan balutan pakaian adat dari masing-masing daerahnya. Bersamaan dengan malam budaya ada juga acara penganugrahan prestasi dari berbagai nominasi, yaitu;

  1. Nominasi pernyataan posisi terbaik diraih oleh Dirgayuza Setiawan (Jawa Barat)
  2. Nominasi delegasi propinsi terbaik I diraih oleh Candra Gani (Lampung)
  3. Nominasi delegasi propinsi terbaik II diraih oleh Ardhy Nugrahanto Wokas (Maluku)
  4. Nominasi delegasi undangan terbaik diraih oleh Fera Amelia (Daerah Istimewa Yogyakarta)
  5. Nominasi proyek sosial terbaik diraih oleh Firman Ardiansyah (DKI Jakarta)

PROYEK SOSIAL

Presentasi proyek sosial

Proyek sosial adalah salah satu output dari Sidang Parlemen Muda. Setiap delegasi akan melaksanakan program sosial dan advokasi pada salah satu isu yang diagendakan selama sidang (kesehatan, lingkungan, dan pendidikan). Hal ini ditujukan agar dampak Parlemen Muda tidak hanya dirasakan oleh peserta yang mengikuti sidang saja, tetapi juga dapat menyebar hingga ke masyarakat diakar rumput. Dalam pelaksanaan proyek ini IFL memberikan bantuan mentoring dan teknis serta mini grants.

PESERTA

Peserta Parlemen Muda Indonesia 2012 diikuti oleh delegasi wakil daerah dan delegasi undangan, untuk dapat menjadi delegasi sebelumnya peserta telah melakukan berbagai persyaratan mulai dari pendaftaran diri ke panitia sampai proses kampanye yang dilakukan di daerah masing-masing. Ada 5 kandidat dari setiap propinsi yang melakukan kampanye, 1 kandidat yang memperoleh suara terbanyak di daerahnya akan menjadi delegasi wakil daerah, dan 10 kandidat yang mencapai suara 10 besar nasional diundang panitia sebagai delegasi undangan.

Berikut ini profil singkat para delegasi wakil daerah dan delegasi undangan:

Anda sedang bersama delegasi 2012 - Jadilah Delegasi 2013!

dukungjosuke_didedikasikan_kepada_sahabat_muda_nusantara

Selasa, 07 Februari 2012

by : kak bella

Ini untuk kesekian kalinya saya bertemu dengan beberapa pemuda Indonesia yang unik, aneh, dan bersemangat. Mereka tergabung dalam suatu acara yang diadakan oleh Indonesian Future Leaders, Parlemen Muda Indonesia namanya. Acara yang sebelumnya bikin saya mengernyitkan dahi dengan kata ‘parlemen’ dan tentu saja berhubungan dengan politiik, akhirnya berubah ketika bercengkrama dengan 29 delegasi dari beberapa provinsi ini. Anyway, they are totally awesome! Saya nggak nyangka ketemu orang yang sedemikian aktifnya ngomong dan menertawakan sesuatu yang bikin perut sampai mules. Awalnya saya kira saya akan bertemu dengan orang-orang yang ngomongnya soal politik melulu, eh nggak tahunya yang diomongin malah Sigit. Nah lho? Haha..

Btw, berhubung saya kangen dengan semua teman-teman PMI, ini sedikit deskripsi singkat mengenai diri kalian ya. Nggak tahu sih bener ato nggak, cuma buat mengenang kekocakan kalian saja di hati saya #eciiieee. Silahkan disimak dengan senyuman menawan ^_^

  1. Jaka: Delegasi dari Medan ini lumayan tinggi untuk ukuran cowok. Dia tipikal cowok yang irit omong dan ramah. Meski saya mengira orang Medan banyak yang galak, tapi Jaka nggak tuh. Dia malah suka senyum dan enak diajak ngobrol. Alhamdulillah dia nggak termasuk orang Medan yang suka bentak-bentak saya :D
  2. Fadhil: Ini adalah delegasi cowok pertama yang saya temui di KFC bandara Soetta pada 28 Januari lalu. Baru ketemu aja saya udah menebaknya sebagai cowok metroseksual, suka bergaya dan narsis, haha.. Pasalnya nih anak pake kacamata dan menenteng kopernya saat masuk KFC, gaya banget deh! Dia juga yang pesawatnya ketinggalan pas mo berangkat ke Jakarta. Lain kali jangan diulangi lagi ya dek Fadhil J Ow ya, banyaknya foto-foto Fadhil di kamera dengan gaya ala model itu membuat saya percaya bahwa delegasi dari Medan ini akan lebih sukses jadi model L-Men :D
  3. Ikbal: Dia orang Palembang, sama seperti saya. Kalo ngomong hidungnya suka naik-naik bersamaan dengan matanya. Cukup tinggi dan sulit dijangkau haha.. Ikbal tipikal cowok yang irit bicara juga, tapi kalo dia udah ngomong nyelekit banget lho. Pernah waktu dia gak setuju ama pendapat orang dalam sidang, kelihatan banget Palembangnya -___- Tagline unik dari Ikbal? Anda teman saya, saya teman anda. :D Kita semua berteman kok Bal, haha..
  4. Puput: Cewek asli Kerinci yang kini menetap di Padang ini merupakan salah satu delegasi termuda di PMI. Secara masih SMA hehe.. Agak pendiam sih, tapi keterpendiamannya itu gak menyurutkan langkahnya untuk ikut PMI. Dia semangat banget nyeritain kisahnya ama saya sewaktu ikut PMI. Terbukti dia rela meninggalkan sekolahnya untuk sementara meski ia sebentar lagi akan UAN. Puput, apakah kau sadar hingga saat ini minyak anginmu dengan kakak? Ini jadi hak paten kakak sepertinya :D
  5. Retno: Saya baru tahu kalau cewek yang jadi delegasi Riau ini asli kelahiran Lampung. Ia termasuk kategori cewek yang pendiam menurut saya. Retno awalnya saya kira masih SMA, tapi ia mengklarifikasinya setelah itu, “Saya udah kuliah kakak.” Btw, cewek ini nggak tahu kenapa bisa terdampar di Riau ya? Kamu bisa jelasin ke kakak Retno, kenapa terdampar jauh sekali ke Riau sana? ^_^
  6. Wai: Berbadan imut bukan berarti berdiam diri. Cewek yang menjadi delegasi Jambi ini sangat kritis dan suka bercerita. Saya ingat betul waktu itu malam apa gitu, kami ngobrol di luar kamar hingga dua jam, padahal mata udah krenyep-krenyep lho, haha.. Seinget saya dari jam 10 an sampai 12 obrolan baru selesai dan kami mundur teratur ke kamar masing-masing. Haha..Wai emang banyak banget bercerita, apa aja, soal semasa SMA hingga ia menjadi wanita yang harus berkelana dan survive di Jakarta yang sangat keras ini. Terima kasih juga telah menumpangi saya tempat berteduh selama dua hari ya Wai J
  7. Panji: Delegasi dari Banten ini kalo senyum bikin ngakak. Apalagi kalo udah ngajak ketawa, raut mukanya berubah seratus dua puluh lima persen! Entah lah, kalo ingat muka Panji ini saya jadi ingat muka warga suku Baduy beneran, haha.. Ditambah pula ketika ia memakai baju khas Baduy, lengkaplah sudah saya ingin nyuruh anak SMA ini jadi warga Baduy :D Selain itu, Panji adalah sosok adek yang enak diajak ngobrol dan mau bekerja keras. Semoga lulus SMA nanti bisa masuk UI ya!
  8. Bunga: Dia adalah perempuan yang juga masuk kategori nggak banyak bicara dan merupakan delegasi dari Jogja, kota dimana aku pengin banget suatu hari bisa kesana. Meski irit bicara, namun sekalinya omongan Bunga keluar, mantep banget lho. Posturnya yang cilik nggak nunjukin kalo prestasinya cilik. Terbukti dia seringkali menjuarai lomba debat lho, sesuatu hal yang jarang banget saya sentuh dalam cabang lomba ini ^_^
  9. Syifa: Postur badannya yang gede lumayan menarik perhatian kami. Saya dan Syifa emang jarang ngomong, hehe, kenapa ya? Tapi menurut saya Syifa itu mudah bergaul dengan siapa saja, suka menyuarakan pendapatnya dan nggak malu untuk bicara di depan banyak orang. Cewek delegasi dari Surabaya ini hobi nyanyi lho, tapi sampai sekarang saya nggak pernah denger dia nyanyi, tanya kenapa? :D
  10. Rian: Awalnya saya mengira Rian beneran dari Bali, eh nggak tahunya asli Kalimantan! Haha.. Usut punya usut ternyata dia merantau ke Bali. Bagi saya merantau ke Bali itu bukan saja untuk urusan kuliah, namun juga jalan-jalan seumur hidup! :D Btw, Rian sempat minta tolong ke saya buat milihin tas untuk ibunya sewaktu jalan-jalan di Blok M kemarin. Pilihan tas itu jatuh pada bentuk yang simpel dan warna cokelat. Ibumu suka gak Rian pilihanku itu? Hehe..
  11. Kak Ardhy: Sejak awal lihat kak Ardhy di ruangan pertama kali bertemu, saya udah bisa menerka bahwa dia orangnya aktif banget, dan bener sodara2 ;D Kak Ardhy emang tipikal yang nggak bisa diem. Ada aja jadi bahan pembicarannya, termasuk ngomentarin soal kegiatan sidang. Saya rasa otak kakak perwakilan Maluku ini penuh banget dengan informasi yang nggak habisnya! Transfer dong kakak ke otak saya yang agak lemot ini. Ow ya, setelah dipikir-pikir, kak Ardhy kok mirip Olga ya kalo lagi manyun dan ngelawak? ^_^
  12. Miftah: Cowok ini punya segudang aktifitas yang bikin saya “ckckckck.” Perwakilan dari Nusa Tenggara Barat ini adalah partner saya ketika diwawancarai oleh DAAI TV. Kebetulan banget bisa ngobrol ama dia karena wawancara itu, bisa gali ilmu dari dia, dan anaknya ramah banget. Dia juga udah pernah nelurin buku yang bikin saya pengen bikin buku juga! Mungkin suatu saat kalau saya bikin buku, bikinnya di publishing dia aja deh hehe.
  13. Iona: Cewek asli Makassar yang saya pikir adalah asli Sunda. Nggak tahunya beneran Makassar! Perawakan sih gak nunjukin anak Makassar, ngomong pun lemah lembut, hehe.. Saya pernah dapet cerita dari Iona soal praktek bullying di SMA nya dulu. Ckckck, untung cewek secantik Iona gak kena bullying ya, kalo nggak cowok-cowok di PMI gak bakal ketemu kamu Iona :D
  14. Rezha: Paling gokil asli! Nih cowok emang membawa nama Sulawesi Tenggara, meski ia sendiri kuliah di Jogja. Rezha cukup membuat saya terkesima dengan suaranya yang melengking dan serak basah. Ketika ngomong pun menggebu-gebu banget, kayak mo makan orang aja, sumpah haha.. Apalagi waktu dia nunjukin data pas sidang dengan angkat laptop, saya takut laptop itu dihempaskannya ke lantai gara-gara kesal :D Aduh Rezha, saya masih inget nih tangisanmu sebelum bis itu membawa kalian pergi dari wisma. Beda banget ekspresinya dari biasanya :D
  15. Azwar: Dikenal ama anak-anak PMI sebagai orang yang loyal. Kata mereka sih perwakilan dari Kalimantan Timur ini suka traktir gitu, sayangnya sampai sekarang saya belum pernah ditraktir makan ama Azwar, haha.. Cowok ini lumayan tinggi dan irit bicara. Suka manggil dengan adinda, dan kalo ngegombal bikin ngakak :D Anyway, karena saya belum pernah ditraktir, jadi Azwar traktir saya ke Derawan aja someday ya!
  16. Kak Yuza: Selain kak Ardhy yang merupakan senior di PMI, kak Yuza juga senior yang baik hatinya, nggak sombong, dan mau berbagi ilmu. Dari penampilannya sih udah ketahuan kalo kak Yuza delegasi dari Bandung ini punya banyak ilmu, terbukti dari idenesia.tv yang ia buat lho! Cara ngomongnya juga pelan, gaya khas Sunda, dan paling jago bikin advokasi di PMI menurut saya. Eh bener nggak sih? Hehe..
  17. Yudha: Saya lumayan shock banget pas lihat Yudha lebih dahulu tidur daripada anak-anak cowok lainnya ketika ngintip ke kamar, haha.. Kayaknya waktu itu dia capke banget jadi lebih dahulu tidur daripada yang lain hehe. Mewakili Semarang yang kotanya multikultural membuat Yudha cepat beradaptasi, dan saya rasakan betul dari dia. Doakan saya bisa berkunjung ke kotamu setelah wisuda ya Yud ^_^
  18. Vanya: Ngeliat cewek yang mewakili Kalimantan Barat ini serasa melihat kanjeng mami di global tv itu :D Awalnya takut sih ngeliat Vanya, takut dimarahin :D Eh setelah tahu dia hobi ngebanyol, hilang deh rasa takut saya. Dia hobi banget ketawa, dan kalo udah ketawa seisi bis ngikik ngikutin ketawanya dia! Haha.. Vanya juga jago make up lho, dan ini bikin saya berbanding terbalik dari dia. Junior lebih jago make up-an gila!
  19. Azhar: Cowok yang mewakili Kalimantan Selatan ini jarang banget bicara. Ini perasaan saya lho, atau saya yang nggak pernah bicara ke dia? Hehe.. Azhar, saya yakin setelah ikut PMI ini kamu akan lebih banyak omong terutama ngomongin Sigit :D
  20. Anthony: Well, dia adalah cowok yang menurut saya pendiam, dan dia juga lah cowok yang nggak dateng dari hari pertama sidang sampai penutupan. Sedih rasanya -____- Karena hari pertama dan kedua PMI dia datang, tapi sewaktu sidang hingga hari terakhir dia nggak bisa hadir karena kerja. Semoga bisa ketemu lagi nanti ya Anthony, delegasi dari Jakarta J
  21. Candra: Nama ini bukan nama cowok. Dia murni cewek! Dan dia menjadi wakil provinsi terbaik di PMI ini lho. Candra aktif di kegiatan pendidikan dan tipikal cewek yang nggak banyak bicara, namun sekali bicara, wuidihhh ngena banget ^_^ Candra adalah perwakilan Lampung yang sepertinya menganut sistem: Diam adalah emas :D
  22. Maulidia: Cewek yang tinggal dan asli Aceh ini logatnya agak beda dari yang lain. Saya butuh waktu untuk mencerna kalimat yang diutarakan Lidia dalam logat Aceh itu. Lidia juga sempat menginap di kamar saya bersama Iona dan Fera. Meski pendiam, tapi sebenarnya Lidia adalah cewek yang banyak tanya karena selama ini menurut saya dia lumayan banyak menanyakan berbagai kepada saya hehe..
  23. Maya: Teman seperjuangan dari Jambi bersama Yunia, mencari dana bersama-sama untuk berangkat ke Jakarta. Maya lumayan banyak omong dalam sidang PMI kemarin, dan ia lumayan kritis, agak beda dengan saya ya? Eh well perjuangan kita belum selesai kan May di rektorat? Hehe..
  24. Yunia: Saya lihat cewek ini paling cepet akrab dengan cowok-cowok dibandingkan saya dan Maya, entah karena kharismanya atau sesuatu? Hehe.. Yunia juga banyak bicara selama sidang, backgroundnya yang belajar di fakultas Hukum membuat Yunia punya modal besar untuk berdebat panjang. Dan lagi-lagi ia berbeda dengan saya hehe.
  25. Aris: Cowok asli Lampung ini merupakan duplikat Sigit! Dia total banget berakting menjadi Sigit kedua haha.. Tampangnya lumayan lucu buat dijadiin bahan tertawa maka dari itu penamaan Sigit kedua jatuh kepada dia ;D Meski galau di hari terakhir PMI, ia akhirnya memutuskan balik ke Lampung setelah galau siangnya balik atau nggak, dasar Sigit! :D
  26. Ega: Cewek yang katanya mau jalan-jalan keluar dari Palembang tapi nggak tahu ama siapa dan takut nggak diizinin ama orangtua ini lumayan nggak banyak omong. Ia ternyata terlibat aktif dalam sejumlah kumpulan cerpen lho. Nah suatu saat kalo jadi jalan-jalan, kita pergi barengan ya Ga, biar ortumu percaya kalo anak ceweknya nggak jalan-jalan ke tempat yang aneh-aneh haha..
  27. Fera: Dia adalah cewek pertama yang saya temui di KFC Soetta setelah dia tiba. Awalnya dia hanya berguyon mau sekamar dengan salah satu dari saya, Maya, atau Yunia, eh akhirnya guyonan tersebut emang bener. Kami satu kamar! Fera rupanya aktif banget di kegiatan karya tulis ilmiah, bahkan pernah sampai ke Makassar Juni kemarin. Anyway, saya tahu kalau Fera sayang banget dengan adiknya lho ^_^
  28. Firman: Delegasi undangan juga dari Jakarta ini merupakan seorang peneliti yang gaya bicaranya menurut saya khas banget! Otaknya pun encer banget deh, terbukti dia pernah beberapa kali menjuarai penelitian dan proyek sosialnya dinobatkan sebagai proyek sosial terbaik oleh PMI! Saya merasa, Firman agak jarang bergaul dengan cowok, eh bener nggak ya atau hanya kegalauan saja? :D
  29. Kris: Pagi tadi barusan ketawa haha hihi dengan kris lewat telepon. Karena itulah dia bikin saya pengin nulis soal PMI ^_^ Ternyata dia ngidolain seseorang sodar2, ehm haha.. Dan Kris nggak salah lho, wajar banget kalo kita punya idola. Saya pun juga punya idola di hidup ini. Kris, kakak doain semoga kamu masuk UI ya hehe.
  30. Josuke: Saya mengira Josuke dari foto merupakan cowok bertubuh semampai, tapi pas lihat langsung ternyata ia paling kecil dibanding teman-teman cowok lainnya hehe. Joko sudah sejak lama mengenal Iman ternyata, dan sudah sejak lama pula terlibat aktif dalam kegiatan anak. Meski nggak banyak omong pas di PMI, saya yakin Josuke pasti punya segudang ilmu yang siap ia bagikan!
  31. SIGIT: Ini nama yang bikin peserta ngakak selama beberapa hari, meski ia sendiri bukan menjadi peserta PMI. Berawal dari kelakuan cowok yang nyeletuk saat konferensi PMI yang Meet the Leaders, hingga celetukan dia soal suami Marshanda itulah yang bikin kami keluarga PMI jadi makin akrab. Awalnya saya nggak ngeh siapa Sigit ini, tapi setelah tahu pelakunya adalah dia, haha..saya langsung ikut ngakak! Tetapi dia sempat berbaik hati lho mengambil gambar saya dengan kak Cea, ah Sigit..terima kasih banyak, semoga suatu hari nanti kita bisa ketemu lagi :D

Guys, segitu dulu cerita tentang kalian, kalo ada salah kata-kata mohon dimaafkan ya, ini sekedar sharing dan pelepas kangen dengan kalian. Kalo mo nambahin deskripsi teman-teman lain, yuk monggo :D

Kami para parlemen muda!

Rabu, 25 Januari 2012

Sudah lama ndk nulis blog, akupun mulai menjentikkan jari-jari di keyboard dan terdiam di depan laptop. Sejenak berfikir dan mengingat apa yang hendak kutulis. Tiba-tiba ada suatu rasa yang mengusik, namun bingung mencari kemasan penyampaian.

Kuingatlah sebuah buku kuno warisan orang tuaku, berjudul 30 kisah teladan, ada dua jilid, jilid pertama warna hijau dan jilid kedua warna orange. Disalah satunya mengisahkan seorang istri yang sholehah, hidup bahagia bersama suami dan seorang anak. Suatu hari ketika sang suami bepergian, ditinggalah istri dan anaknya dirumah. Siang harinya, si anak izin untuk pergi bermain kepada si ibu, dan ibu tersebut mengizinkan. Waktu telah sore, senja, dan hampir gelap, tapi si anak tak kunjung pulang kerumah, si ibupun gelisah, sampai datanglah seorang laki-laki dewasa dengan menggotong tubuh anak kecil ditanggannya, betapa terkejutnya si ibu ketika mengetahui anaknya sudah menjadi jasad yang terbujur kaku. Laki-laki tadi menjelaskan bahwa ketika bermain si anak memanjat pohon jambu dan terpeleset hingga jatuh. Betapa sedihnya hati si ibu, tapi ibu itu sadar akan takdir Allah, si ibupun lekas menghapus air matanya dan mengkafani jasad anaknya dengan baik, setelah dikafani pulanglah si suami kerumah. Perempuan itu tak kunjung cerita apa yang terjadi, namun menyambut si suami dengan senyuman terindah dan memasakkan makanan untuknya. Ketika si suami sudah beristirahat dan tenang, si istri pun angkat bicara…. Kurang lebih seperti ini “ a’ bagaimana jika suatu hhari kita meminjam uang pada tetangga dan tetangga itu memintanya ??” si suami menjawab “ya kita harus mengembalikannya…” , si istri kembali bertanya kembali.. “anak, istri, dan harta titipan siapa a’ ?”… si suami jg menjawab lagi “titipan Allah dinda….” Si istri kembali angkat bicara… “bagaimana kalau Allah mengambil titipan itu kembali ?? apakah kita akan mengambilnya ???” si suamipun langsuung berubah rona wajahnya penuh Tanya dan menjelaskan bahwa anak mereka telah kembali kepada yang Maha Menciptakan.

Tak lama setelah itu prosesi pemakamanpun berlangsung, dan bisik-bisik tetangga mulai terdengar, hingga ada seorang tetangga yang mendekati suami tadi, dan menanyakan, bagaimana bias istrinya tidak menangis sama sekali. Padahal itu anak kandungnya, lalu tersebarlah bisikan bahwa yang membunuh si anak adalah istrinya sendiri. Mendengar argument itu luluhlah hati suami, dan amarahnya langsung naik, dicarinya istrinya yang sholehah itu, diambilnya pisau, dan dibunuhnya sang istri dengan penuh amarah. Dan reader…… kabar itu tersiar hingga ke telinga laki-laki yang mengantarkan jasad anak kecil tadi kerumah, laki-laki itu menemui si suami dan menceritakan kejadian yang sebenarnya. Betapa sesak dada si suami tadi, dia telah kehilangan anaknya, dan istrinya yang sholehah… yang begitu taat pada Allah….

Reader…. Kejadian seperti ini sering terjadi di dalam kehidupan kita. Terkadang kita langsung terpancing oleh berita-berita yang dianggap memiliki klaim kebenaran umum, tapi sebenarnya bukan seperti itu kebenarannya. Seorang istri yang begitu sholehah dan ikhlaspun pergi… dan jangan sampai kita memiliki penyesalan yang sama. Bukankah segala aturan bermuara padaNya ?? begitu juga hari ini, ketika saya menyampaikan kebenaran yang sesungguhnya, bias jadi tidak akan didengar karena kalah dengan klaim keebenaran umum… biarlah… toh sesungguhnya ibadahku… solatku… hidup dan matiku hanya untukNya…

25 Jan 2012 10 : 39

***

Dalam sejarah internasional dan nasional, gerakan kaum intelektual (mahasiswa) selalu mendapat porsi besar di hati masyarakat. Kedigdayaan mereka menggulung kediktatoran rezim diiringi dengan gerakan moralnya senantiasa menyejukkan hati rakyat yang haus akan perubahan sosial dan ekonomi. Gerakan mahasiswa bagikan resi yang turun gunung, siap membasmi “hama” masyarakat atau laksana Sheerif membawakan api kehancuran bagi siapa yang mengganggu masyarakat. KAMMI sebagai tempat berproses sekaligus ladang dakwah untuk islam yang kami cintai telah menorehkan pelangi tersendiri dihati. Perjuangan masih panjang, semoga keistiqomahan ini selalu terjaga.

Sabtu, 14 Januari 2012



Dino iki mau dino minggu, tapi meneng ae ora metu-metu, dolan-dolan, opo meneh ngguyu-ngguyu. Omahku brisik tenan, mergane tonggoku isek hajatan, orgenan lan dangdutan.. arep ngerjakne tugas ora konsen, arep metu ora nduwe duit nggo tuku bensin mbo’o gor sak sen. Mumet-mumet aku kelingan kertas bungkus sego, tak lipet-lipet, trus tak lem dadilah tas kertas. Rencanane arep diisi lanting bumbu karo koncoku, truss neng tiap wadahe di wei kejutan-kejuatn edukatif,. Wes jan kreatif tenan… bar ngunu mbuka FB, enek koncoku zaman SMA mbiyen, ngoborol-nngobrol janjian sesuk arep nggawe sawut lan donat sukun. Wes jannnn kreatif pisan. Bar ngunu aku ndelok FBne seniorku neng EC mbiyen… lah… enek seng unik.., lek mbiyen dewe’e keranjingan karo bahasa inggris saiki kok nulis blog karo boso jowo… tak pikir kok kreatif pol-polan… dadine aku ketantang melu-melu… karo boso seng aksarane ho no co ro ko..

Ora gampang nulis blog karo boso jowo, lek ora percoyo yo monggo dicobo. Mbok ndino-ndinone ngomong jowo kok yo pas di tulis-tulis gagap-gagap. Dadi kelingan obrolanku karo kakak tingkatku neng SMA pirang ndino kepungkur, budaya jowo kii budaya sing tuo lan okeh falsafahe seng apik, tapi cah-cah saiki bodo isin lek kon ngomong jowo, gengsi-gengsi. Padahal lek neng ilmu linguistic ki boso jowo luweh tuo timbang boso Indonesia dewe. Boso jowo juga bosone kerajaan majapahit seng patihe jenengee gajah modo. Lan gajah modo kui tau ngucap sumpah, sumpae terkenal karo sumpah palapa. Jerenne gajah modo, dewek’e ora arep mangan buah mojo lek urong nyatokne nusantoro. Ternyata sumpae iku keturutan, daerah kekuasaane majapahit ki tekan pilipina, lek saiki yo wilayah asean. Wes jannn lek di piker kanggo tenanan, boso jowo ki yo tau gengsi koyo boso inggris sing di nggo komunikasi neng asean saiki. Gur ora salah-salah, boso jowo juga tekan amerika, lek ora percoyo luungo’o nang suriname, meh kabeh wong ngomong boso jowo. Trus awak’e dewe seng sebagai wong jowo, ngopo kok yora njajal komunikasi lebih karo boso jowo, neng blog, FB, twitter, utowo google, lek ora percoyo buka’o google, kan enek versi boso jowone.

Enek meneh teori seng keloro, lek boso iku dalan nggo mblebu nang budoyo, jal saiki bayangne, opo wae peninggalan buday jaowo, ko zaman maja pahit sampe wali songo. Mesti okeh falsafah urip lan iso dipelajari. Trus ngopo saiki ditinggal. Dadi…. Mulai saiki sempetno nulis-nulis karo boso jowo ra ketang pisan pindo… piye konco-konco ???

Jumat, 13 Januari 2012

Namanya Suroto, usianya terpaut 22 tahun dariku… kata kawand-kawandku masih muda, dan kata-kata andalannya “kamu itu bukan orang pertama yang bapak kuliahin…. Jadi walaupun tamatan SPG, bapak juga tau gambaran kuliah itu gimana…..” kalau jurus itu dah keluar, mending diiem deh, dan membatin… “iya sie iya.. yang pernah nguliahin ibu…. Huuu..”

Ha.. ha… ayahku sosok yang unik, terkadang bisa sangat bersahabat dan humoris, seperti dia menyebut dirinya ayahanda prabu… yg suka dipakai untuk adikku yang paling kecil ketika merayu untuk mendapatkan sesuatu darinya “ ayah…. Ayahanda pabbuuuu…..” degan nada cedal itu., tp tiba-tiba bisa berubah jd sangat keras..bayangpun, anak kelas satu SMP udah dipaksa tinggal dirumah sendiri dan mengurus segalanya, padahal itu usia remaja yang butuh banyak teman dan tempat meluapkan isi hati… sayapun jadi kesepian.

Masih kuingat, motor favoritnya vespa… katanya seni, unik, de el el… ada dua model yg tren dulu, exel yang jognya ada dua, ituuuu yg jog depannya ky sadel sepeda… sama executive yang jognya nyambung jadi satu ky motor2 lain. Ngakunya sie… suka yang exel.. tapi dengan dalih, anaknya banyak.. kalau boncengan ndk muat jadi beli executive…. Hahay bener banget itu, krn pernah kami pulang dr silaturahmi dirumah saudara., adikku yang bernama Ridho berdiri di posisi yang paling depan, disusul olehku yang duduk dibelakangnya., baru ayahku yang mengendarai… dan tunggu…! dibelakang masih ada ibuku yang menggendong adik bayi… hebat banget ndk tu motor ??? vespa !! yang seumur-umur saya ndk di izinin ngendarain.

Aku bilang… heeeee… ayahku itu pengecut, kawand-kawandnya sudah bangkit jadi orang yang mapan, tp ia ndk berani berspekulasi, kata-kata pembelaannya, “ pas mrk terjerat susah juga milyaran…. Sanggup km hiidup dalam tekanan seperti itu..” huu… yg tertekan kan bukan saaiaaa….. gw mah kagak ngaruh. Tapi jujur, dalam hidup ayahkupun pernah menggores tinta-tinta emas, hingga saat teman-temannya bangkrut.. aku jadi rujukan guru psikologi anak-anak mrk., pertanyaan yg paling umum adalah “bagaimana mengatur uang saku yang kecil ?” jawabanku mudah.. “pertama, ayahku ndk pernah mengizinkanku hidup mewah walaipun ekonomi kami sedang baik, yang kedua…. Klo kurang yg gua cari tambahan di luar……” gampang kan ???

Masih soal ayah yang pengecut.. aku jarrang nelfon minta uang, kalau dikasih ya saya trima, kalau ndk ya… apa kata dunia., tp waktu itu aku benar-benar kepepet… jadi aku SMS “pak.., ada uang ndk ? kl ndk ya ndk papa…” setelah itu aku pergi kuliah. Pulang kuliah kosan heboh !!! Caaannnn… tadi bapakmu kesini.., hahh??? Iya tahhh… “iyaaa….” Disahut mb iik dgn mata berkaca-kaca.., azeeeekkkkkkkk, dapet kiriman… mana tega biarin gw kelaperan… pikirku sesaat, tapi tw ndk yang dibawa apa ??? dua tandan pisang muli….. AAAAA…..ku pengen marah…, masak kesini cm nganterin pisang… tp tess…. Ada air mata haru dihatiku.., bayangin bawa dua tandan pisang dari kampung ke Bandar lampung pake vespanya.., ndk dikardusin lagi, dibawa utuh setandan-tandannya…. Anehhh… anehh… Matakupun berkaca-kaca., nangis ??? gengsi !! hmmm… “ mb iik dengan mata berkaca-kacapun mengeluarkan komentarnya… “Bapaknya candra humoris ya???... tau bagaimana ngelucu saat anaknya lg bokek…” huuu….. lumayan lahh., pesta pisang ma penduduk edelweiss…

Aku tetap memberikan predikat ayah yang pengecut ketika ia memutuskan masuk zona aman, krn aku ingin ada perubahan besar. Aku harap ia berani bespekuasi lebih tinggi, bisnis pupuk, sawit, atau apa tah… ee… malah dirumah buat “doran cangkul” wes… dah., apalagi juga kalau dah keluar pembelaan “gtu-gitu juga cukup buat biayain kalian kuliah…” gmn gk cukup.. wong dicukup-cukupin… ayahku ndk pernah nyuruh kami pergi sholat, tapi kami diajak pergi ke kajian-kajian aqidah… samapai dirumah kami diajak diskusi., alhasil kami sholat lima waktu, adik-adikku sholat di masjid… tanpa ia harus jadi alarm yang nyaingin adzan… hingga suatu hari aku tau satu hal, ayahku jadi pimpinan suatu yayasan… ndk tw dibawah pimpinan umum atau gmn., krn beberapa sebab,. Operasional yayasan kurang.. dan aku juga ndk pernah tau kalau ayahku nutup itu… aku tau secara ndk sengaja.., dan semenjak itu, aku ndk pernah bilang ia pengecut lagi. Krn ia berani, berani berspekulasi untuk hal yang bermanfaat.





Berawal dari gebrakan di Inggris, ekonomi atau industri kreatif kini banyak diadopsi negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Dengan komposisi jumlah penduduk usia muda sekitar 43 persen (sekitar 103 juta orang), Indonesia memiliki basis sumber daya manusia cukup banyak bagi pengembangan ekonomi kreatif.
Industri kreatif memang lahir dari generasi muda. Awalnya dimotori oleh Tony Blair pada tahun 1990. Saat itu ia tengah menjadi calon perdana menteri Inggris. Era 1990-an, kota-kota di Inggris mengalami penurunan produktivitas karena beralihnya pusat-pusat industri dan manufaktur ke negara-negara berkembang.
Negara berkembang menjadi pilihan karena menawarkan bahan baku, harga produksi dan jasa yang lebih murah. Menanggapi kondisi itu, Tony Blair dan New Labour Party mendirikan National Endowment for Science and the Art (NESTA) yang bertujuan untuk mendanai pengembangan bakat-bakat muda di Inggris.
Setelah menang dalam pemilihan umum 1997, Blair yang menjadi PM Inggris membentuk Creative Industries Task Force. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kontribusi industri kreatif terhadap perekonomian Inggris. Lembaga tersebut berada di bawah Department of Culture, Media and Sports (DCMS). Pada tahun 1998, DCMS memublikasikan hasil pemetaan industri kreatif Inggris yang pertama kalinya.
Di Indonesia, industri kreatif didefinisikan sebagai industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu. Pemanfaatan untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi serta daya cipta individu tersebut. Fokus pemerintah terhadap industri kreatif baru dimulai tahun 2006.
Ada 14 subsektor industri kreatif, yakni periklanan; arsitektur; pasar barang seni; kerajinan; desain; fesyen; video, film dan fotografi; permainan interaktif; musik; seni pertunjukan; penerbitan dan percetakan; layanan komputer dan peranti lunak; televisi dan radio; serta riset dan pengembangan. Pertumbuhan ekspor industri kreatif tahun 2006-2009 tercatat 2,9 persen.
Dengan ditunjuknya Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Pariwisata, untuk mengawal ekonomi kreatif, kalangan pelaku industri pun berharap banyak. Pertama, soal kendala pembajakan karya. Rendahnya daya beli masyarakat membuat pembajakan atas karya-karya kreatif kian marak. Akibatnya, ide-ide kreatif sering kali pupus yang pada akhirnya menyebabkan degradasi kreativitas.
Kedua, soal kendala pembiayaan. Masih belum diakuinya aktivitas ekonomi kreatif oleh perbankan membuat mereka tidak didukung bank. Minimnya modal memangkas kreativitas karena mereka hanya bekerja berdasarkan pesanan saja, bukan dari gagasan sendiri.
Ketiga, peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Pendidikan di bidang industri kreatif masih sangat kurang. Padahal, kontribusi industri kreatif dalam perekonomian nasional terus naik. Peningkatan itu tentunya membutuhkan tenaga-tenaga kreatif, inovatif, dan andal. Tidak akan mungkin tenaga-tenaga kreatif ini terbentuk tanpa adanya jenjang pendidikan di bidang industri kreatif.











05 : 30 pm

In my room, January 13th 2011

They all say I’m not the same… kid I used to be… don’t go out n play… I just dream n play… they don’t know what’s wrong with me… and I’m to shy to say… (first Love – nikka costa )

Terinspirasi menulis ini setelah membaca blog seorang teman baik ^^ Mei Dianita, cemburu memang bahasan yang menarik… menjadi bumbu tersendiri bagi pasangan muda. Yang jelas cemburu tidak akan terjadi jika tidak ada rasa…. Dan ketika aku jatuh cinta… cemburu itu tak terelakkan lagi…

***

Banyak yang bilang aku berubah… bukan lagi anak rumahan, bukan lagi candra yg nilai matematikannya sepuluh, bukan lagi bintang kelas, bukan lagi anak yg disiplin, bukan lagi pelajar yg berkepribadian menawan dan menyandang gelar teladan, semua itu kisah masalaluku, semua itu prestasi pribadiku. Aku yang kini adalah aku yang baru, yang lahir karena rasa cemburu akan sesuatu.


Kisah sebatang chocolatos…


Dulu…. Kala aku sedang duduk didepan kelasku di SMA., tiba-tiba ada seorang teman yang datang dari kantin dan membawa sebatang chocolatos.. kontan kami langsung berebut.. dan aku ??? sukses,!!! chocolates itu ada di tanganku, tapi saat aku mulai mengupas bungkusnya tiba-tiba ada tangan yang merebut bungkusnya dan aku kaget… yahhh…. Lenyap pikirku….. tapi aku salah, kawandku memotongnya dan membaginya untuk dimakan bersama sambil berkata…”hidup itu berbagi…..” tessss……. Serasa ada air es menetes di relung hatiku..” jlebbbb….. disusul anak panah yang sangat tajam…. Sesaat adegan slow motion… kukunyah chocolates bagianku… pahittt !!! rasa manisnya benar-benar hilang.. anak panah itu membawa racun yang membuat lidahku jadi pahit…

Ya Rabb… selama ini aku dapatkan byk kemenangan., lomba resensi karya sastra, olimpiade matematika, debat bahasa inggris, penobatan siswa teladan, aktif disana-sini… tapi rasa ini tak pernah kumenangkan… rasa pahitnya chocolates dan manisnya sebuah senyuman…. Yg selama ini aku tau chocolates itu manis… dan senyuman itu hanya basa-basi.


Kisah kotak-kotak bekal…


Ini lain lagi.., saat kami duduk di kelas tiga, kami hampir seharian disekolah… krn sorenya harus les.. tak sedikit dari kami yg membawa bekal… kala itu akhir bulan, kiriman dari orang tua benar-benar habis, tiba-tiba kuingat uang lima ribu yg tempo hari dipinjam temanku. Uuyyyy….. balikin duit gw dunkz…, laper nie…!! Dan kontan ia menjjawab… “ndk.., ! gw jg belum gajian….”” Huffftttt… seagok-agok bgt sie nie orang…. Dia lngsung ngeloyor tnpa bilang ma’af kek… ba bi bu basi kek…. Dasarrr…!!! Gk tw perut kruyuk2 pa…. hingga tiba-tiba ada samurai menebas leher.. gk bisa nafassss.., “km gk butuh uang itu., tp butuh iini….” Sambil menyodorkan kotak bekal., teman-teman yg lainpun langsung tersenyum padaku.. sini can… makan bareng., aku Cuma mesem-mesem… mulai dari hari itu tiap buka bekal mrk langsung memanggilku., mulai dari ikan asin, sayur terong, ubi goreng, ayam sambel dicampur jadi satu… akupun ikut heran krn seorang kawand yg terkenal borju dan cukup perlente dengan lahap makan ikan asin dan terong… bahkan ayam yg dia setor ke kita-kita ndk disentuh… gw sie asik2 aja…. Makan noh ikan asin… dah puas gw…

Hingga hari itupun tiba, saat akupun ikut-ikut bw bekal… aku malu-malu mengeluarkannya, krn smw tau aku anak kos yg ndk bisa masak…. Masak nasi jd intip semua.. masak telur meleduk… jannn… jannn… tp seru bgt deh… gw terharu… mereka berebut nyicip bekalku…. Tp ketipu ! itu masakan ibu saiiiaaa….

Tak jarang kami belajar bersama di kosan… kadang kalau bekal mrk sisa di tinggal u kami-kami yg kos… atau kadang mrk ujug-ujug dateng… bw kemplang… jeruk… bubur kacang ijo…. Ssooooo sweeetttt!!! #jangan berpikir kl gw gk kuat beli ??? hheeee… padahal iyaaa….

Ya Rabb… aku cemburu pada mereka yg bisa menciptakan rasa semanis ini… aku jatuh cinta… pada mereka yang sadar bahwa diri ini bbukan milik pribadi… tp milik semua…

Dah… tutup kisah kasih di SMA dgn quote : “genius without confident is ridiculous., ridiculous with plenty confident is genius…”

***

Setelah dikampus lain crita…

Icak-icak jadi aktivis saiaa, ikut KAMMI, LDK, BEM… dikit-dikit kenal temen2 HMI, LMND, PMII, PII, IMM, GMNI, CGMI, ngomongnya dh gk lu gw lagi… tapi ana antum.. kl manggil yg akhwat ukhti… yang ikhwan akhi… duh jan.. lembut nian.. sehari-hari kerjaan aksi, sampe-sampe bolos MKU, katanya membela rakyat. Idealisssssss bgt…. Tiap hari diskusi, pdahal gk jelas isinya apa., bahasannya gerakan., pdahal ntah gerakan itu apa… sombong bgt dah rasanya.. udah ky orang paling baik, mmenganggap yang lain gk bgitu bermanfaat untuk rakyat, hedon, cm bias gaul sana gaul sini… maen n ngabisin duit… qt orang lah yang paling peduli… ma anak-anak putus sekolah., ma koorupsi… ma realitas pendidikan… ma pornografi…. Kepada………………………… KEPADA PARA MAHASISWA YANG MERINDUKAN KEJAYAAN… bahasan pun meninggi… bukan hny tentang penjual Koran dan asongan, tp juga sosialisme dan kapitalisme.., tokoh yg kukenal bkn hny TKI yg jd korban, tp juga MARX..HEIGEL… CONFUSIUS… SAYYID QUTB.. HASAN AL BANA… SOEKARNO…. TAN MALAKA.. HATTA…. SYAHRIR… RENDRA… CHAIRIL ANWAR…

Kuingat kala itu diskusi pendidikan sampai pagi, atau jauh-jauh keluar kota naik bis sehari semalam untuk sidang… semangat empat lima… ikut pelatihan sana-sini.. dari pelatihan yg seharga 20.000 sampai satu juta…. Dari yang dekat sampai harus kejogja sana.. plus jalan kaki ke rowo jombor…!!!

Sampe suatu hari aku kenal yang namanya peta politik, mirip-miirip ky peta lampung, tp yg ini lebih rumit… jd butuh orang bwt bacain… aku kenal jual-jualan… aku kenal deal-dealan… aku kenal transaksi… aku kenal rekening… aku kenal laporan fiktif… aku kenal klaim-klaim dan topeng-topeng untuk menutupi kelicikan… aku patah hati dan bertanya…??? Aku patah hati dan menangis… kasiani aku yg jadi tameng didepan…

Ya Rabb…

Aku koar-koar di jalan membela rakyat…. Besoknya makan uang APBD dan APBN direstoran… dengan alas an rapat untuk umat… jannn… jannn…. Duh Gusti… Paringono pengampunan…. Jauhkanlah aku dari dalih., daripada diambil mrk yg lebih pragmatis…

***

Bosen dengan gerakan elitis aku maen underground,. Sussah euyy… tak kutemui lg ukhti-akhi.. bkn aksi jalanan, tp skateboard’tan… fotografi… drama… film… owww., manarik, aku baru sadar gerakan bisa dibangun dari manapun, perubahan bias dimulai dari underground sekalipun, dr mereka yg kongkow-kongkow sekalipun… anggapanku dulu salah….

Berat uyyyy underground…

Hingga suatu hari aku merasakan setetes air es lagi dihatiku…. Inilah passionku… aku kenal mereka yg merumput… membangun dari desa.. dari komunitas… dari lingkar study., melakukan hal kecil dan menjadi besar… sebut saja penggagas asgar muda… Indonesian future leader… apikri… mereka merangkul semua… menggunakan gerakan akar rumput… gerakan yg sederhana namun mendunia.. memiliki basis yang kuat, dan sesuai dgn jiwa muda…. Inilah anak muda yang buatku cemburu… anak muda yang berjuang dengan gaya muda, anak muda yang tidak tergiur dengan pragmatisme orang tua, anak muda yang dekat dengan masyarakat…dan jangan salah., salahh….. mereka beragam !!! berlatang belakang beragam, dan bersatu untuk memberikan kontribusi positif bagi anak muda… aku kembali cemburu., cemburu pada mereka yang ingin mati sebagai orang bbesar dan mmemiliki usia yg lebih panjang dari usia biologis… cemburu pada mereka yang mampu melahirkan senyum manis…

Cemburu berat pada mereka yang mengartikan berbagi itu semudah memotong chocolates dan makan bekal bersama. Mereka melakukan gerakan-gerakan kecil, mmembuka taman baca, mengumpulkan buku-buku bekas, membina softskill, wirausaha social, membina generasi muda, dikembalikan ke daerah, dan suatu hari nanti menjadi social empowerment yang kuat. Menuju Indonesia yang mandiri, Indonesia dengan ketahanan yang kuat.

Jadi ingat kata-kata panji…. “Negara ini terus terpuruk, bias jadi kkarena pemudanya sibuk meenuntut, bukan membangun.”

Gerakan advokasi itu pasti, karena biar bagaimanapun kebijakan itu antara pemerintah dan rakyat… dimana ada mahasiswa diantara keduanya, namun jangan hidup dan mencari penghidupan dari sana. Kembalilah pada kepentingan orang banyak… pribadimu bukan hanya milikmu… tapi juga milik semua… sebuah prestasi pribadi tdk akan membawa perubahan significant pada bangsa, namun ketika kau mau berbagi hal kecil… maka bangsa ini layak optimis…!!!

Salam,

Komunitas Bunga Rumput.


Aku cemburu pada mahasiswa yang menjadikan pendakian sebagai hiburannya, bukan gedung-gedung pemerintahan yang menjanjikan. Karena alam mendekatkan kita padaNya..dan sebaliknya..

Aku cemburu pada mahasiswa yang memandang islam sebagai aturan yg global, bukan ritual ceremony. mahasiswa ideologis, berprinsip.. dan mandiri atas dirinya.. sehingga orasi di jalanan menjadi deklarasi perjuangan yang menghujam…