Minggu, 27 Januari 2013


I want to start this post by cut a lyric from Andien which wins the best video clip in "Dasyat-nya Award"

Hari terus berganti banyak yang tlah terjadi
Dirimu kian pasti segala kan ku raih
Bila esok menjelang bahagiapun kan datang
Bintang di angkasa bersinar gemilang
 

Tempatku tuju segala angan dan harapan
Tempat ku padu cita-cita dan impian
Tempat ku tuju setiap langkah yang berarti
Tetap menyatu dalam hasrat dan tujuanku selalu


Waktu terus menguji tekad yang ku miliki
Kini tlah terbukti segala kan ku gapai
Rintangan ku hadapi cobaan ku lalui
Semua tlah ku dapati tetaplah gemilang


This video clip is amazing, tell about the wonderful woman in Indonesia. Show to us, how the woman do the change for their society in life. Yeah, actually in our life we do have another choice than "work" and "work", do the best what we can do.

Last two days, i have a cute and sweet life lesson ever. It starts when my junior in English Society ask me to be the adjudicator of speech contest which finally i move to story telling contest. Judge in story telling competitions is such an amazing for me in this time, because in the other hand i still develop story telling technic for teaching children. 

One by one participants come, the first participant is quite amazing, but in this stage i only give the third position for her, because i found two more participants which can tell the story better, i can catch the message clearly, and the way they deliver the story is flowing. 

Upsss...! finally there is a junior high school participants, he is so cute. ha.. ha.. ha...

Now, back to my story. From the first stage we try to find big 12 to come to the semifinal round. And i give my attention to the two participants, first, is the first performer in the preliminary round which i gave the third position, and second is the participant who i gave the first position in preliminary round.

Go to the second stage in semi final round, the best participant in preliminary round still get the first position in semi final round, and the third position be the second position... What a good improvement !

And than... after that, in final round, something happened, i thing the participant with the second position before move to the first position and go as the champion ! Yes...! that's the point what i like... finally the winner are those who have a better improvement, not the best talented. 


We never know the end, even we are worst in the starting point, but by work and work, i believe we can grow as the real champion in the future. Indirectly it motivated me.. "don't care who start the first, just go and go and go and never stop !"
 

Kamis, 24 Januari 2013


Tempatku tuju segala angan dan harapan
Tempat ku padu cita-cita dan impian
Tempat ku pacu setiap langkah yang berarti
Tetap menyatu dalam hasrat dan tujuanku selalu

 

Kamis, 03 Januari 2013


*dicopy dari  http://elvandi.com/ayat-cakrawala/


‘Les avions sont des jouets intéressants mais n’ont aucune utilité militaire’’ [Pesawat terbang memang mainan menarik, tetapi tak ada nilainya secara militer], kata Marsekal Ferdinand Foch. Itu pernyataan populer tahun 1911. Tapi mengapa bisa seorang pakar strategi militer Perancis dan komandan Perang Dunia I mengatakannya? Atau bahkan, mengapa manusia menertawakan ide Orville dan Wilbur Wright yang melulu gagal saat percobaan pesawat terbang mula-mula?

Tapi saat Wright bersaudara membuktikan bahwa benda yang lebih berat dari udara bisa terbang atau saat Amerika mulai massif menggunakannya dalam perang, barulah tawa lugu berhenti dan pikiran lama berganti. Karena pada akhirnya realitas hidup manusia tidak akan lebih jauh dari daerah yang tersorot mercusuar pikirannya. Setiap kali sinar pikiran mulai menyoroti jengkal-per-jengkal bumi manusia, saat itu terjadi peristiwa, dan peristiwa itu yang kemudian menjadi realitas hidup bersama.

Pembebasan diri atas kendala-kendala pikiran; dari hegemoni tradisi, kesamaran yang mengecohkan, dan terbaliknya timbangan kebenaran adalah proses pengkondisian pikiran untuk ditanam di tanah yang benar. Sehingga ia siap tumbuh meninggi. Supaya ia rindang berbuah. Tapi pikiran tidak dengan sendirinya tumbuh hanya karena ia bertengger di tanah gembur. Dahan-dahannya tidak otomatis berdaun ide dan berbuah gagasan jika akarnya kering variasi air pengetahuan.

Berapa banyak dosen yang matang metodologi berhenti berkreasi saat pangkat meningkat dan kemapanan finasial menjelang. Atau kritikus sastera atau da’i kondang penyeru reformasi dan pelarang taklid atau trainer pelatihan berfikir strategis, tapi perangkat berfikir itu menjadi puncak akhir kreatifitas mereka bahkan satu-satunya sumber penghasilan hidup mereka? Mercusuar pikirannya tidak pernah menyorot lahan baru, tidak ada ide baru, kecuali sekedar mengkrisi kondisi dan ucapan ‘harus ada perubahan’ tanpa rekomendasi materi perubahan. Padahal metodologi berfikir yang benar adalah perangkat untuk konsumsi pengetahuan menuju produksi karya peradaban.

Mimpi-mimpi besar selalu membutuhkan pikiran besar. Maka rencana kerja unggulan seorang pemuda untuk masa depannya bisa sekedar dibuat memoar semangat masa lalu jika pikirannya tidak mampu memenuhi kapasitas mimpinya.

Itu rahasia kecepatan belajar Zaid bin Tsâbit muda dan rahasia kekuatan diplomasi Rasulullah. Zaid ingin meraih posisi kontribusi tertinggi bersama Rasulullah, apalagi kalau bukan jihad, dan Rasulullah membutuhkan referensi pengetahuan untuk umat Islam. Maka diberinya misi lain ‘‘pelajari bahasa orang Yahudi, karena aku tidak yakin dengan (terjemahan) mereka” perintah beliau. Maka Zaid menyelesaikannya dalam dua pekan. Sehingga di usianya yang ke-13 ia menjadi penerjemah resmi negara, selalu di samping Rasulullah dalam diplomasi-diplomasi. Dan Rasulullah tidak bergantung dengan penerjemah import untuk bahan kebijakannya, karena umatnya mensuplai kebutuhan itu.

Diseluruh sisi kehidupan, generasi sahabat mengalirkan pengetahuan spesifik yang memuaskan dahaga umat sampai akhir zaman. Ada pakar tafsir, ‘Abdullah bin ‘Abbâs Sang Tinta umat [Habrul Ummah], pakar Fiqh Mu’âdz bin Jabal, dalam bacaan al-Qur’an Ibnu Mas’ud masterpiecenya, ada legenda perang seperti Singa Allah Hamzah [Asadullah] dan Pedang Allah Khalid bin Walîd [Saifullah], sekretaris Umat Abû ‘Ubaidah al-Jarrâh [Amînul Ummah], bank hadist Abu Hurairah, simbol kecerdasan Arab ‘Amr bin al-‘âsh [Dâhiyyatul ‘Arab] dan ada juga Sang Pembeda kebenaran dan kebatilan Umar [al-Fârûq] dalam kebijakan publik.

Kehidupan generasi sahabat dimulai dari garis terendah pengetahuan dibanding umat-umat yang sezaman: Roma, Persia, India, Cina, Mesir. Tapi persepsi mereka tentang sumber belajar tidak terbatas, maka hanya dalam dua abad umat Islam menjadi kiblat belajar manusia. Hanya ketika mereka berhenti merambah domain baru pengetahuan, maka mereka berhenti memimpin.

Cerita kebangkitan setiap umat, adalah cerita perjalanan cakrawala pikirannya.  Dan hasil akhir peradaban mereka adalah akumulasi akhir cakrawalanya. Sebabnya sederhana, peradaban itu dibangun atas ide-ide yang konstruktif yang menjawab tantangan zamannya.

Tapi ada persoalan lain disini. Seruan-seruan kebangkitan yang mengiang-ngiang di sudut-sudut mesjid kampus atau organisasi-organisasi Islam dengan tawaran ide ‘Islam adalah solusi’ seperti hektaran bunga segar beragam warna. Ia menginspirasi masyarakat muslim pada awalnya. Apalagi  jika ide itu kontras dengan budaya anti Islam yang diperankan pemerintah. Tapi bunga-bunga slogan itu mulai layu saat pengawal-pengawal Islam itu ternyata tidak mampu memberi solusi seperti slogannya saat diberi kesempatan mengelola masyarakat.

Lalu berputarlah konsolidasi dan seminar evaluasi menyelesaikan masalah: revitalisasi pembinaan gerakan mahasiswa muslim, penguatan semangat dakwah, kembali ke jalan pendahulu.  Padahal akar kemandegan ide dan kreasi dakwah itu tidak selalu berhubungan dengan dimensi semangat, motif, bahkan akidah.

Ide-ide adalah hasil referensi. Disanalah keretakan dasar yang menggoyang keseluruhan bangunan. Ini persoalan paradigmatik, karena itu tidak selalu terlihat jelas. Tapi ia terlihat misalnya; saat slogan ‘kembali ke jalan Qur’an’ itu diartikan mencukupkan  pada teks Qur’an sambil meremehkan kajian ilmiah di bidang sosiogi, politik, filsafat sejarah, metalurgi, tata kota, geologi. Atau jika ada proyek-proyek umat Islam dalam mengelola kota misalnya: jika rekomendasi para penghafal Qur’an dan lulusan syar’i diberi porsi besar dalam kebijakan tanpa analisis memadai rombongan pakar kebijakan publik, doktor transportasi, guru-guru anthropologi.

Sesempit itu cakrawala umat sesedikit itu juga kemungkinan ide-ide yang mampu diproduksinya. Padahal science yang multidimensi itulah bahan-bahan utama pikiran dan ide umat untuk merespon kebutuhan manusia. Bahkan, cakrawala yang  multidimensi tersebut adalah bahan dasar para pemimpin muslim yang menyejarah sepanjang zaman.

Sumber pengetahuan yang sering dipersepsi non-Qur’ani itu justru sunatullah kebangkitan setiap umat. Ia adalah syarat yang Allah tetapkan bagi semua manusia, muslim ataupun bukan. Oleh karena itu ribuan ayat mengarahkan agar umat Islam yang terlebih dahulu membuka cakrawala berfikirnya dan mengkaji semua sisi hidup ini sebelum didahului yang lain. “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di cakrawala bumi dan dalam diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar… ’’, [Fusshilat: 53].
Sempurna sudah, persiapan kerja besarmu
Perut ibu tak lagi mampu bendung obsesimu
13 belas Ramadhan mandikanmu dengan cahaya di pagi Rabu
Satu hari di satu Agustus menuju hari bahagia tak berputus itu

Alperenhan Fatih Cakrawala anak lelakiku
Tanah Saint-Etienne berbangga jadi awal jejak kakimu
Tapi bumi ini kini bernyanyi senandung pilu
Terdengar di corong media, seminar dunia, juga rumah bambu

Perut penduduk negeri melulu dibuat resah
Pengelola nasi kian hari lupa amanah
Sesamamu memang banyak dan ber-alam melimpah
Tapi mata yang nyenyak kelola berkah jadi limbah

Sayup-sayup suara terbawa angin dari Suriah dan pojok Myanmar
Campakkan pop yang hingar-bingar
Agar jeritan manusia akan bisa kau dengar
Walau dengan kuping minimu yang tak lebar

Alperenhan, ayah bawakan kabar dari Mesir
Diktator yang garang runtuh berakhir
Islam yang dilarang menang di tahun kau lahir
Dan serial derita Palestina dekati episode terakhir

Alperenhan, Pemimpin dan Pahlawan berhati suci
Manusia timur dan barat di cakrawala bumi, sedari dulu menunggui
Lepasnya jeruji hidup yang cengkeram pikiran, badan dan hati
Bebaskan mereka, karena dalam Fatih pesan hidupmu terpatri

Alperenhan Fatih Cakrawala anak lelakiku
Tak ada nabi baru tapi datang selalu pembaharu
Visi Gajah Mada dan Muhammad al-Fatih mengalir di uratmu
Kalau kehinaan dunia merayumu, katakan: “aku tidak diciptakan untuk itu!”

***

Puisi mengharukan diatas saya dapat dari blog salah seorang mahasiswa indonesia yang sedang menempuh S2 di Prancis. Sepertinya itu sengaja ia tulis untuk menyambut kelahiran anak lelakinya yang pertama. Sungguh saya benar-benar haru dan mengingat ayah saya dirumah. 

Sungguh ingin mendengar ini dari ayah saya juga... Sungguh ingin melihat ayah saya yang cerdas bangkit melakukan kerja-kerja besar... Sungguh sakit melihatnya terdiam dan terkungkung dalam kapasitas yang telah dianugerahkan Tuhan untuknya... Namun aku tak lebih dari seorang anak yang tak pernah berani bicara... Ya Rabb... sampaikanlah dengan sebaik-baik penyampaian, karena sesungguhnya engkaulah yang Maha Mengetahui... 

Selasa, 01 Januari 2013



Well 2012 sudah berlalu dengan segala kisahnya, dan sekarang telah memasuki era hitungan masehi yang baru. Banyak tersandung, suka dan duka. semuanya indah dan penuh warna, tapi saya yakin sekali 2013 is mine ! 2013 akan menjadi tahun saya membayar lelah bapak mamak, kepercayaan teman-teman dan saatnya mengaktualisasikan mimpi yang sudah diangan. 

Ingat ndak dengan film 5 cm ? itu lho yang mengisahkan perjalanan 5 sahabat dalam memaknai hidup, mereka berpetualang mendaki mahameru, meletakkan 5 cm impian mereka di depan kening, dan voila ! mereka berhasil. 

Yah, tak di duga sebelumnya, kemarin kami melakukan perjalanan yang sama, (bukan dalam rangka tahun baru lho !). Mb Dian pulang ke Lampung dan kami belum memiliki moment kebersamaan yang indah. Jadi pagi-pagi Putri sms untuk refresing sejenak ke suatu tempat, karena bertiga tidak seru, jadi deh mengeluarkan jurus rayu untuk Sem, yahhh... biasa nyetrikain baju, Juga ganggu kak rion yang masih tidur lelap di pagi hari.

Sebelumnya saya ingin flash back ke belakang kalau persahabatan kami ini bermula dari sebuah fenomena kampus yang fenomenal dan bersejarah. Hingga puncaknya kami ber sepuluh, dan diberi nama Tim 10 ( kak wendy, kak rion, adi, usep, reki, mb dian, mb nisa, dewi, putri, dan saya ) saat itu sem belum berstatus menjadi mahasiswa. Seru sekali petualangan kami di kampus kala itu, dan sekarang telah kembali ke cita-cita masing-masing. Namun saya yakin visinya masih sama...

Kembali ke perjalanan.... fiuhhhhh !!! gak lagi-lagi pergi ke pantai bertepatan dengan perayaan tahun baru, padat merayap, bahkan di beberapa titik benar-benar mati tak bergerak. satu-satu-tiga belas, untuk pertama dan terakhir kalinya. Baru kali ini naik motor sampai mabok, panas sekali dan penuh polusi dari knalpot kendaraan, perjalanan ke pantai yang biasanya 40 menit itu dua jam lebih. Mau putar balik juga tidak bisa. yahhh... jalani saja. Namun saya nyaris gak kuat, dan serasa mabuk kendaraan hebat, mesin motor juga terasa panas. Luar biasa... akhirnya dengan kesabaran, maju perlahan, kami sampai di tempat dengan ekspresi beragam.

Sampai disana seperti biasa, orang-orang hebat ini bisa mencairkan suasana... nawar perahu untuk ke pulau sebrang, dan kami kembali tertawa... sampai di pulau kami kembali menawar penjaga pulau untuk dapet kortingan tiket. hohoho....

Bukan kami pula kalau tidak berusaha mencari tempat gratis, berhubung semua gajebo berbayar, kami mencari yang gratis, dan ternyata berhasil dapat tempat duduk gratis. Makan bersama, menceritakan petualangan di kampus yang AMAZING sekali. hingga sampai pada kesimpulan, kami dulu luar biasa. sangat luar biasa, dan itulah takdir sejarah kami. 

Setelah itu foto-foto, ganggu orang pacaran... dan gdubraaaakkkkkk !!! putri kepleset di galangan kapal. Untung ndak miring dan jatuh ke laut, perlahan tapi pasti semuanya menyenangkan, dan yang paling parah pas naik kapal pulang dari pulau dengan lugunya mb dian bilang "itu tu kapal yang tadi kita naikkin, yang ada tulisan, pakai indosat hemat" huaaa haa haaa.... kami langsung tertawa bersama, "semua kapal juga ada tulisan gitunya ! jauh-jauh sekolah di malang ini oleh2nya...." dan kami sejenak melupakan penat kuliah juga kerja. 

Terakhir kami menyimpulkan kalau kami berlima ini bak 5 cm tapi bedanya kalau mereka perempuannya satu, tapi kami laki-lakinya yang satu, jadi diberi nama 5 mm. Dan hikmah yang saya petik adalah, dulu ketika kami di kampus, turut serta dalam kancah gerakan mahasiswa, kami mencoba berpijak pada tataran keilmuan, mengedepankan diskusi rasional, dan independenitas, saat kami bersepuluh di tekan habis-habisan. dibunuh karakternya secepat kilat atau perlahan, saat rasanya tak sanggup lagi, sungguh itu pembelajaran yang lebih berharga dari sekedar jabatan besar di organisasi, banyak hikmah dan pembelajaran yang tak dirasakan yang lainnya, bahkan ketika kami sudah terpisah pulau sekalipun dan kembali lagi, kami berbincang, bercerita, dan semakin tidak menyesal menentang apa yang dulu kami tentang, karena perlahan dan perlahan Tuhan menunjukkan bukti nyata bagi mereka yang tidak menutup mata.
 

Setiap insan memiliki takdir sejarahnya masing-masing. ada yang pahit dan manis, namun disaat engkau merasa berat, terdesak, yakinlah, itu bukan tanpa maksud Tuhan menciptakan kondisi untukmu. bisa jadi itu menjadi loncatan dirimu untuk menjadi semakin besar, baik dari pemikiran, mental, keimanan, dsb. Kuncinya hanya satu "Man Jadda Wa Jadda" siapa yang bersungguh-sungguh, niscaya ia kan berhasil. dan saya yakin sekali lebih dari sejarah besar di tahun sebelumnya, 2013 is mine ! untuk sebuah sejarah yang lebih besar.

Minggu, 30 Desember 2012


Bismillahirrahmanirrahim ,memulai menulis sebuah refleksi di akhir perjalanan 2012. Puji Sykur kepada Allah atas segala karunia yang begitu indah dan membuat tahun ini memiliki begitu banyak warna. Segudang kejutan manis, hikmah yang mendewasakan, dan proses belajar yang tiada henti. Teriring juga sebaris do'a untuk tahun depan, semoga ditahun depan dapat berkarya lebih, belajar dengan arif, dan memaknai setiap hikmah dengan bijak.

Terimakasih yang tak terkira untuk para inspirator tahun ini, Untuk Mamak Bapak dengan segala do'a dan peluh yang tak terputus, adik-adik,  serta keluarga besar yang sedang berproses menjadi semakin dewasa. Untuk teman-teman yang selalu ada di sisi dalam setiap cerita, Putri-Sam-Mb Didi-Mb Nisa-Hanif-Ratna-Mb Puji-Sherly-Pur-Mb Rini-Mb Puji-Mb Mega, terimaksih atas segala celoteh harian yang telah didengarkan. Untuk keluarga-keluarga kecil yang menginsirasi Pak Arif-Mb Ngesti-Fatimah juga Bang Hendri-Mei-Gege, dan tak lupa pula K Redi-Mb Lia-Azka-Faras. Sungguh kalian luar biasa banyak menginspirasi tahun ini. Untuk segala kehidupan volunteering di pesisir ataupun candi mas Esti-Evi-Ovin-Hetty-Priska-Novia, thanks guys ! Rahmat-Rio-Intan dan semua rekan kerja yang luar biasa. Juga Inpirasi besar dari keluarga Parlemen Muda Indonesia yang telah mengembalikan kepercayaan diri saya untuk berkarya. Banyak juga nama-nama besar yang tak bisa disebut satu per satu.. Mb Yuni-Mb Mida-Mb Sufi.. dan semuanyaaaaaaaaaaaaaaaa....! terimakasih atas warna tahun ini. semoga di tahun depan kita mampu mewarnai hidup ini dengan amal-amal nyata yang bisa diterima olehNya. Amin.

Dan inilah cerita perjalanan 2012... 


Imakipsi - Independenitas : Idealisme Muda yang Mahal


Perjalanan awal tahun menemani Jevri dan Ando ke negeri ampera, bumi mpek-mpek, amaziinnngg....! bertemu dengan teman-teman dari senatero negeri, melihat masa depan pendidikan. Banyak hal bisa dipetik, tentang sebuah pelajaran independensi, tentang persatuan generasi muda, dan pada akhirnya saya menyimpulkan bahwa kami para pemuda memiliki satu semangat perbaikan yang sama. Namun ada kalanya kehadiran sosok ketiga merayu independenitas dan merusak kemesraan kami. Di bumi sriwijaya saya juga belajar profesionalisme dan standar baku, bagaimana sebuah tubuh yang berskala nasional memiliki kualitas dan kapasitas yang berskala nasional pula. Thanks for a great chance ! semoga kelak kita dipertemukan kembali untuk sebuah semangat yang sama dalam membangun pendidikan yang berkualitas, berkarakter, serta membebaskan. 


Parlemen Muda : Aku Kembali Percaya Diri !



Sebuah pengalaman baru di parlemen muda, melihat gerakan dari sudut pandang yang lain, berjumpa dengan orang-orang baru, berjumpa dengan ide-ide segar. Dari dulu saya bertanya-tanya bagaimana ashoka young changemaker menciptakan pembaharu muda, disini saya berjumpa langsung dengan beberapa orang mentornya.

Pada kesempatan ini pula saya bisa berdialog dengan sosok-sosok yang sangat menginspirasi, era gerakan sosial dalam hidup saya dimulai. Saya merasa benar-benar menjadi anak muda yang 
idenya dihargai dan memiliki kebebasan berkarya. Saya mengenal Kandank jurank doank, indonesia mengajar, dan banyak sekali yang tak dapat diceritakan satu per satu.

Saya tidak pernah bermimpi sebelumnya berkumpul dengan anak-anak muda cerdas dari seantero negeri, tidak hanya cerdas, namun juga peduli. Mahasiswa dari universitas ternama, dalam dan luar negeri. Satu hal yang begitu membedakan mereka dengan saya, mereka pekerja keras, jadi ketika mereka memiliki hasil yang lebih banyak itu adalah suatu konsekuaensi logis.

Banyak hikmah yang bisa saya petik disini, tentang "unity in diversity" . Kami belajar banyak dari keberagaman, hingga pada akhirnya kami sepakat pada stu kata "perubahan". Tanpa diduga dan disangka saya diamanahi sebagai delegasi provinsi terbaik. Malam itu perasaan saya benar-benar campur aduk. Saya yang merasa kehilangan kepercayaan diri paska teman-teman seperjuangan saya di SMA banyak berpindah ke Jawa. Malam ini teman-teman yang luar biasa ini kembali menguatkan saya bahwa saya bisa dan betapa selama ini saya telah menyia-nyiakan setiap nikmat yang Allah berikan. 

Terimakasih untuk teman-teman yang memiliki ide sesegar ini, mepertemukan kami dari berbagai provinsi, memfasilitasi untuk sharing, memfasilitasi untuk bertemu sosok-sosok yang sangat menginspirasi, mengajarkan kami memikirkan membangun optimisme perubahan, meradiasikan ke daerah. Sungguh itu oleh-oleh yang tidak terlupakan. Sekali lagi "kalian adalah sosok cerdas !" .

Semoga kelak di tahun-tahun depan kita dapat berkumpul kembali pada dimensi yang berbeda. Jika hari ini kita berbicara rekomendasi kebijakan, semoga kelak kita menjadi pengambil dan pelaksana kebijakan tersebut. Semoga di tahun tahun mendatang negeri ini segera sembuh dari sakitnya. Semoga di tahun mendatang, saya yang di daerah mampu meradiasikan apa yang telah dibekalkan. Terimakasih banyak... dan dipenghujung tahun ini mari sekali lagi kita teriakkan "suara pemuda ! nurani bangsa !



Dari Musdalub Hingga Bukan Diplomasi Ping-Pong

"kami adalah tim, saya salah satu yang memilihnya menjadi pemimpin tim, jadi saya juga akan membantunya, bahkan ketika memutuskan mundur sekalipun..." 


Mencoba mempertanggungjawabkan perbuatan saya dalam memilih seseorang dan telah memutuskan bergabung dalam tim'nya membuat saya menjadi dilema. Saya harus tau alasannya, menyelesaikan permasalahan yang ada, baru bergabung dalam kabinet "pejabat sementara". Sangat menyakitkan apabila dulu saya ikut gadang-gadang memilih beliau namun pada akhirnya ketika ada permasalahan saya ikut menyalahkan. Itu juga pengaruh sejarah saya. 

Musdalub cukup membuat saya terpukul, apapun alasannya, bisa diceritakan atau tidak, namun semua itu sudah berlalu, bergabung di tim ekonomi yang kompaknya ekstra cukup menghibur dan menjadi pengobat rindu. Walau kamipun tidak melakukan apa-apa sampai pada akhirnya menyelenggarakan sebuah pelatihan yang sampai sekarang belum juga di follow up'i, semoga tahun depan bisa menjadi lebih baik. 


 
Sejuta alasan dikumandangkan atas tidak kemasivan yang ada, namun ruh yang sesungguhnya adalah "visi ini belum menyatu".  Bukan masalah fokus kedua sembari mengejar wisuda, bukan batu loncatan menjadi pejabat, bukan karena tidak memberikan penghidupan, dan bukan yang lain, bahkan terbersit sedikitpun menjadi pejabat juga tidak. Karena saya ingin "bergerak dalam porsi saya sebagai mahasiswa" itu saja. 

Sungguh hikmah pendewasaan dan kelapangan yang sangat besar, "seandainya saya laki-laki mungkin sudah duel satu lawan satu" sekali lagi mohon ma'af atas kesempitan hati yang saya miliki. Mungkin tahun baru ini bisa menjadi menjadi moment diantara kita untuk belajar lebih arif, berdiskusi dengan lebih dewasa, mengedepankan intelektualitas, dan memandang dengan pikiran terbuka. Sehingga visi ini bisa terakomodir dan tidak setengah hati lagi, semoga semua tetap lurus pada nilainya dan tidak bergeser begitu saja. 

Bukan diplomasi ping-pong cukup meredakan ketegangan yang ada, terimakasih untuk moment akhir tahun yang cukup manis. terimakasih untuk warna yang telah tergores tahun ini, rasa bak gado-gado yang menambah kelezatan perjalanan. Semoga hikmah ini bisa kita petik bersama untuk tahun depan. 


Kaumuda Pringsewu : Karya Awal Untuk Kampung Halaman

Terimaksih banyak untuk Fadhil, Hani, Nivia, juga Hamadin. Ide kalian keren banget ! memang anak daerah harus membangun daerahnya. Walau baru sampai pada tahap launching, dan satu kali tampil di TV, juga satu kali bazar, saya yakin ini adalah awal yang baik-untuk tahun-tahun depan.

Saya masih bermimpi rogram pringsewu young volunteer terlaksana dan diikuti oleh puluhan pelajar dan pemuda, sehingga mereka bisa berkarya kecil-kecilan untuk daerah sekitar mereka. tak mengapa kecil, jika kita lakukan bersama-sama pada akhirnya juga akan meberikan dampak besar. Ada yang mendidirkan taman baca, membuat kompos, mengemas kelanting, ohhh... indahnya masa depan pringsewuku. Banzai !



Volunteering : Make it happened !



Mimpi bisa berbuat sesuatu untuk masyarakat, mupeng liat indonesia mengajar, akhirnyaaaa.... terlibat juga di aktivitas volunteerism. Seru...! penuh haru. Haru liat anak-anak pesisir semangat belajar, haru bisa mengenalkan adik-adik tingkat sama dunia volunteerism lewat program charity. Thanks buat temen-temen volunteer atas hari-harinya. Bermimpi suatu hari di pesisir benar-benar ada sekolah apung. Bisa membuka kantung-kantung wirausaha untuk ibu-ibu, dan lambat laun taraf hidup mereka membaik.

Suatu kesempatan yang luar biasa pula bisa bantu Putri mewujudkan cita-cita Kapal (komunita peduli anak Lampung)'nya, thanks buat bunda iin yang sudah menunjukkan caranya berdongeng. Mas Andi dan Mb Tika yang mengagumkan ! Sungguh keterbatasan ekonomi tidak mengahambat mereka untuk berkarya, amazing...

Menjadi PR tersendiri untuk membuat kurikulum pendidikan informal yang menyenangkan, berkarakter dan membebaskan seperti itu. Semoga tahun ini diamanahi Laptop oleh Allah, sehingga saya bisa segera menyelesaikan kurkulumnya. amin..

Terima kasih atas rasa syukur yang tanpa lelah kalian ajarkan, terimakasih telah menjadi warna yang indah di tahun ini. 


BLCN : Terima Kasih Sudah Mampir dan Belajar Banyak 

Pengalaman yang luar biasa bisa mampir dan belajar banyak, membuka pikiran baru, ide-ide baru, komunitas baru, juga cerita baru. Sepertinya ilmu yang didapat akan sangat bermanfaat kelak.. Arigatou...

Semoga semakin semangat dalam menjadi garda depan industri kreatif di Lampung. Aminn...




MUN : pada akhirnyaaa........


Alhamdulillah akhirnya diberikan kesempatan untuk ikut sidang MUN di Jakarta, setelah tahun lalu tidak lolos, tahun ini bisa bergabung di committee Economy And Social Council, yahhh... walaupun belum bisa memberikan kontribusi banyak, namun saya banyak belajar bagaimana para diplomat itu membuat kebijakan yang memperjuangkan sekejahteraan masyarakat dunia. Luar biasa !! Luar biasa pening ! Semoga tahun 2013 diberi kesempatan untuk mengikuti MUN di luar Indonesia.

Sesampainya di Lampung, terlibat juga di launching Lampung MUN Club, dengan diahadiri murid-murid dari Aussie yang spesial sekali. Thank's for the moment... 


Global Youth Cultural Summit....

Dari kecil saya bermimpi menjadi anak yang terpilih untuk menjadi penjaga perdamaian dunia, ha ha ha itu dulu... Alhamdulillah tahun ini saya lolos seleksi Global Youth Cultural Summit bersama 400 pemuda dari seluruh dunia lainnya. dan insyaallah akan berangkat agustus 2013 nanti.

Speak Up ! : memulai sebuah wirausaha sosial...

Atas bantuan kak redi, mb indah, rahmat, dan mb lia, akhirnya saya memulai wirausaha sosial saya dibidang bahasa inggris. Pada resolusi 2013 saya, saya berharap banyak pada kewirausahaan sosial ini. Saya berharap ini bisa menjadi komunitas belajar masyarakat yang murah dan cepat. Memiliki kurikulum yang baku dan menjadi tempat katualisasi dan muara dari keilmuan saya. Bahkan saya bercita-cita ingin hidup dan membesarkan speak up saja. 

Dan yang paling menarik, bahasa itu masih menjadi sesuatu yang bebas nilai dan netral, sehingga kita masih bisa mengembangkan bahan ajarnya untuk pendidikan karakter, dll. coba bayangkan di seluruh lampung berdiri banyak titik speak up, dari komplek ke komplek, semoga suatu hari nanti bisa menjadi wisata edukasi. Amin ya Rabb...

saya juga berharap speak communitynnya bisa sebesar TEDx, menebar inspirasi, memfasilitasi perubahan, amiiinn.... semoga mimpi ini tidak tergerus oleh tuntutan hidup.  

 he he... brosur ini belum diedit lho... harga aslinya lebih merakyat, lima puluh ribu per bulan..!


Kejutan kecil dari Pramuka SMP 8

hmmmm... di penghujung tahun ada kejutan kecil dari Pramuka SMP 8... hal ini mengingatkan saya dengan hiruk pikuk masa SMA yang manies, bedanya jika dulu saya berada di posisi mereka, sekarang saya belajar pada situasi yang baru ^^, damailah lampungku....


 

Last But not Least....

Pagi ini saya mendapat SMS dari bapak yang bunyinya kurang lebih begini... "ma'afkan kami yang tidak memberikanmu terompet, karena itu adalah budaya yahudi. ma'afkan kami yang tidak memberikanmu lonceng-lonceng kecil, karena itu adalah budaya nasrani. ma'afkan kami yang tidak mengajakmu ke keramaian tahun baru, karena itu adalah budaya majusi. karena kami yakin engkau tidak akan tega melihat ayah bundamu dilempar ke neraka karena tak mampu mendidikmu dengan baik."...

sungguh mata ini berkaca-kaca, karena selama ini mereka tidak pernah bersedu-sedan seperti itu kepada saya... 

Terimakasih Allah, atas segala nikmat yang telah engkau limpahkan kepadaku, keluargaku, dan saudaraku, semoga tahun ini mampu menjadi pembelajaran yang berharga. Ya Allah... semoga kelak, ditahun mendatang, saya dapat berbuat lebih baik lagi... memberikan kemanfaatan yang banyak bagi keluarga dan agama... amin.
 


Kamis, 27 Desember 2012



Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati

Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa

Teringat di saat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita

Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa

Selasa, 25 Desember 2012



"hidup itu seperti permainan game, kita mengetahui awalnya, mengetahui peraturannya, dan ada dua kemungkina di akhir, menang atau kalah, dan satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah memperjuangkannya"

Beberapa bulan terakhir saya bagaikan menghilang ditelan bumi, entah sedang ingin berkonsentrasi atau apan, trus tiba-tiba janjian nonton dengan teman saya, saat itu kami menonton film 5 cm. kontan teman saya berkomentar "kok kita kaya 5 cm ya? setelah beberapa bulan berpisah dengan kehidpuan masih-masing trus ketemu lagi disini, cerita-cerita". 

Iya, memang nyaris sama, dan saya menemukan banyak hal baru dari cerita teman saya, masing-masing dari kami membawa perubahan tersendiri, ia bercerita banyak tentang pengalamannya menjadi konsultan finger print. dan saya menceritakan pengalaman seru akhir-akhir ini. 

Selesai menonton teman saya syok, karena menyangka bahwa ending akan berpihak ke Genta, namun ke Zafran, dan akhirnya ia menyimpulkan " yang kita tau dari hidup ini hanya berusaha ya? kita tidak pernah tau akhirnya bagaimana". seru nie film, ndak bisa ditebak. 

Akhir-akhir ini saya punya sebuah mimpi, namun tidak berani menyampaikan ke orang tua, karena khawatir dengan komentar orang tua yang bermacam-macam dengan alasan kemapanan dan lain sebagainya, mimpi saya ini sederhana, namun sangat berpengaruh untuk kehidupan saya kedepannya. Sebenarnya semuanya cukup simple, saya masih punya waktu satu tahun untuk membuktikan mimpi saya ke orang tua sehingga ia melihat hasilnya dan sepakat, karena saya yakin orang tua saya sebenarnya satu pemikiran dengan saya. 

Namun kebiasaan saya, khawatir, apa iya bisa ? kalau memperburuk keadaan bagaimana ? namun kemudian saya merenung,..

Ian bisa mengerjakan skripsi dalam 2 bulan...
Genta bisa punya ide EO yang gila suksenya...
Riani sebulan magang langsung diangkat kerja...

Dan beberapa bagian lagi, yang membuat saya berfikir, yahhh... hidup ini seperti video game, kita tau bagaimana kondisi kita sekarang... tau aturannya yaitu al-qur'an dan hadist... kita hanya bisa berikhtiar, dan pada akhirnya nanti cuma ada dua pilihan.. kita mengakhirinya dengan khusnul khatimah, atau su'ul khatimah... 

Terimakasih kawan, atas motivasi hari ini, letakkan ia 5 cm didepan keningmu, dan lakukan apa yang kau bisa untuk meraihnya.... cuma perlu kaki yg akan berjalan lebih jauh, tangan yg berbuat lebih banyak, mata yg menatap lebih lama, tekad yg seribu kali lebih keras, hati yg akan bkerja lebih keras, serta mulut yang akan selalu berdo'a...



Hari ini saya ingin bercerita, sederhana saja, tentang sebuah perjalanan, sebut saja saya dan teman-teman, ya beberapa orang yang saya kenal. Bisa dibilang kami satu organisasi sebenarnya, namun tidak begitu mengenal satu sama lain. Ya itulah yang saya analisa, karena sejauh organisasi yang saya ikuti baru disini saya merasa tidak seperti di rumah, merasa asing dengan teman satu tim, tidak mengenal dan juga tentu tidak saling peduli ketika beberapa diantara kita sedang tertimpa masalah, kadang tau beritanya udah terlambat dan lain sebagainya. Begitu juga dengan saya, ketika tima-tima saya kehilangan waktu luang dan ada kewajiban lain saya juga sering langsung menghilang saja tanpa izin. 

Entah mengapa saya kurang merasa memiliki, beberapa kali kami mencoba merapatkan komitmen, semangat diwal dan kemudian hilang lagi. Tak jarang pimpinan tim mengeluh bekerja sendiri, tak jarang pula anggota tim merasa tidak pada track yang seharusnya, atau bingung harus bersikap seperti apa. Dibicarakan lagi dan kembali lagi, lagi dan lagi tidak juga diperbaiki. Pernah saya itu saya ingat ada pengokohan tim, saat itu long march, dan diakhiri dengan sharing, bahkan saat itu melibatkan senior, namun nyaris tidak ada perubahan juga.

Bahasa diplomasi ping-pong pertama kali saya dengar dari seorang teman yang saat itu menjadi pemateri di MUN seminar. Ketika Amerika dan China bersitegang, maka langkah yang diambil oleh Amerika bukanlah mengirimkan duta besar, perdana menteri, atau presidennya ke China untuk melakukan lobi-lobi, namun mengirimkan para atlet ping-pong ke China, karena Amerika sadar bahwa orang China menyukai ping-pong, dan hal ini berjalan cukup baik karena persitegangan menurun. peristiwa ini dikenal dengan sebutan akrab "diplomasi ping-pong".

Hari ini berlalu dengan cukup aneh sepertinya, pertama saya dateng pagi-pagi ke markas untuk kumpul dengan yang lain, dan ternyata belum pada kumpul, dan aneh sekali saya tidak telat hari ini. Yang kedua saya pikir saya hanya akan pergi dengan teman-teman yang perempuan saja, ternyata tidak ! dan yang paling aneh adalah kami hanya "main" ke rumah teman, makan-mankan, ngobrol, jalan-jalan di perbukitan, foto-foto, tertawa, bahagia, refreshing, dan sudah, tak ada pembicaraan apa-apa. 



Namun... jika saya boleh jujur, saya merasa hari ini lebih baik dari sekedar rapat evaluasi yang dimaksudkan untuk memperkuat tim kita. Hari ini kami punya cerita berkendara, hujan, bukit, foto, tawa, dan merasa pergi dengan bagian dari anggota tim. Malamnya, beberapa menjadi punya cerita di facebook, blog, foto-foto di hape, atau memori mereka. Akhir kata sebelum saya menutup cerita di blog ini, saya ingin menyimpulkan bahwa spirit yang ada di sini mirip dengan diplomasi ping pong, dan menjadi pembelajaran tersendiri untuk saya mengelola organisasi ke depan, bahwa ada hal-hal tidak tersurat yang sebenarnya efektif untuk mengokohkan tim dan membangun kekompakan. Cerita hari ini "bukan diplomasi ping pong", tapi "diplomasi rumah mb sufi" yang sukses menghadirkan cerita dan makna baru. Arigatou....

Minggu, 23 Desember 2012



Hi ! makin eksis saja kau disana, senyum terkembang karena satu persatu kerja kerasmu membuahkan sebua realisasi mimpi. makin mantap saja kau mendaki setiap tangga kehidupan. Sedikitpun tak terlihat rasa takut dalam guratan optimismemu. Setiap orangpun yakin tak lama lagi kau akan berkarya semakin besar. Sungguh luar biasa... selamat kawan !

Kadang aku membayangkan kau menyempatkan waktu bercengkrama dengan kami, dan semua bertanya tentang dirimu yang luar biasa. tapi aku ingin beranya satu hal yang sederhana "bagaimana kau yakin dengan semangatmu sendiri ?". Kau punya mimpi dan akupun punya, kau bekerja untuk itu dan akupun juga, kau mengalami pasang surut dan aku juga, kau punya teman yang luar biasa dan aku juga, tapi kau yakin dan aku khawatir.

Tanya kedua, "bagaimana kau meyakinkan orang sekitarmu ?" ahhh... tentu saja mereka yakin dengan idealismemu, karena kau mampu membuktikannya dan aku tidak.

Aku tau Tuhan itu Maha Adil, menciptakan manusia dalam kapasitasnya sendiri. Ia menciptakanmu dan menciptakanku dengan ruang yang berbeda. Dan entah ini pesimisme atau apa, aku sadar aku adalah aku, dengan puluhan orang yang mencibir apa yang aku impikan. Aku bukan engkau yang mendapat dukungan dari banyak pihak, "Ah, sepertinya kau menjadi buta akan kerja kerasmu siang malam, aku pura-pura lupa dengan itu...". Aku juga bukan kamu yang memiliki fasilitas berlebih.... "Ah... sepertinya aku lupa juga kalau mimpiku tak sebesar mimpimu, dan aku berharap lupa kalau fasilitasku cukup untukku.."


Kalau kau ingin tau, setiap hari aku selalu terbakar semangatnya melihatmu tersenyum pada beberapa media, kalau kau ingin tau, mengapa aku tak sepertimu, jawabannya hanya satu, "ketika kau bekerja siang dan malam untuk memperjuangkan keyakinanmu, aku termenung siang dan malam bercengkrama dengan rasa khawatirku".

Bisakah suatu hari kita duduk bersama, for a better life ?, jawabnya bisa ! "kalau kau bisa mengatasi rasa khawatirmu !"